Pentingnya Memahami Kapasitas Produksi Excavator

 

Alat berat menjadi suatu elemen penting pada suatu pekerjaan proyek, baik pekerjaan proyek konstruksi, pertambangan, maupun pertanian. Salah satu alat berat yang sangat sering ditemui di suatu proyek adalah excavator.

 

Excavator menjadi satu alat berat yang memiliki pekerjaan yang cukup berat, dengan jam operasionalnya yang cukup panjang. Kendati demikian, para operator perlu memahami terkait satu hal penting. Hal penting tersebut yakni kapasitas produksinya.

 

 

Baca Juga: Jenis dan Fungsi Alat Berat Excavator

 

 

Lalu, apa itu kapasitas produksi? Bagaimana kapasitas produksi pada Excavator? Apa saja faktor yang dapat mempengaruhi kapasitas produksinya? Dalam ulasan artikel kali ini, kita akan membahas lebih dalam mengenai kapasitas produksi pada excavator. Mari kita bahas bersama!


 

Sekilas Mengenai Kapasitas Produksi Excavator

 

Kapasitas Produksi Excavator

 

Excavator harus digunakan sesuai dengan batasan produktivitasnya. Lebih lanjut, produktivitas sendiri adalah kemampuan maksimal yang dicapai suatu alat berat tak terkecuali excavator, dalam berproduksi untuk waktu satuan jam maupun hari, yang apabila kapasitas produksinya besar, dapat mempercepat dan memperlancar penyelesaian proyek. 

 

Sebaliknya, jika kapasitas produksi alat berat seperti excavator cenderung kecil, maka hal tersebut dapat menghambat penyelesaian dan tidak sesuai dengan rencana proyek yang sudah direncanakan.

 

Kapasitas produksi ini, mengacu pada kapasitas produksi bagian hydraulic excavator. Penggunaan excavator yang sesuai dengan kapasitas produksinya, dapat membantu suatu proyek untuk bisa lebih cepat selesai dan tidak menimbulkan suatu dampak buruk seperti kerusakan pada excavator.

 

 

Pentingnya Memahami Kapasitas Produksi Excavator

 

Kapasitas Produksi Excavator

 

Dalam industri proyek, memahami kapasitas produksi suatu alat berat yang digunakan adalah hal yang sangat penting, tak terkecuali untuk excavator. Terlebih lagi, excavator adalah salah satu alat berat yang punya jam operasional paling lama.

 

Penggunaan alat berat excavator untuk tugas penggalian, pengangkatan, ataupun pemindahan suatu material adalah pekerjaan yang tidak bisa dianggap ringan. Oleh karena itu, memahami kapasitas produksinya adalah salah satu upaya untuk menjaga excavator untuk tetap awet.

 

Pada intinya, memahami kapasitas produksi excavator adalah salah satu kunci untuk menghasilkan suatu hasil kerja excavator yang optimal, menjaga keawetan alat excavator, serta meminimalkan risiko downtime dan pengeluaran biaya yang besar dalam jangka panjang.

 

 

Faktor-faktor yang Dapat Mempengaruhi

 

Adapun beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kapasitas produksi excavator. Faktor-faktor ini harus dipahami dan dijadikan pertimbangan sebelum mengoperasikan excavator. Berikut adalah faktor-faktornya.

 

Faktor Cycle Time

 

Faktor cycle time merupakan faktor yang mengacu pada penggunaan waktu yang dibutuhkan excavator untuk dapat menyelesaikan suatu siklus penuh operasi. Siklus operasi ini diantaranya meliputi penggalian, pengangkatan, pemindahan material, hingga kembali lagi pada posisi awal untuk mulai siklus berikutnya.

 

Perhitungan Cycle Time meliputi beberapa hal. Diantaranya yakni:

 

Besar atau Kecilnya Ukuran Alat Berat

 

Ukuran pada alat berat excavator juga menjadi penentu kapasitas produksinya. Umumnya, untuk dapat menghasilkan suatu siklus yang cepat, excavator dengan ukuran yang kecil adalah yang lebih cepat.

 

Situasi Kerja

 

Suatu excavator dengan kondisi atau situasi kerja yang baik, juga akan menghasilkan suatu siklus yang lebih cepat. Hal ini dikarenakan adanya variabel yang dapat mempengaruhi kerja pada komponen hydraulic excavator dan tidak mudah diperhitungkan seberapa besar cycle time dari hydraulic tersebut.

 

Kemudian, selain dua komponen perhitungan diatas, cycle time juga meliputi dari beberapa perihal. Diantaranya yakni:

  1. Digging time (saat  penggalian)

  2. Swing time (dalam keadaan terisi)

  3. Dumping time (saat penuangan)

  4. Swing time (dalam keadaan kosong) 

 

 

Bucket pada Excavator

 

Bucket rupanya juga menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kapasitas produksi pada excavator. Hal ini juga berkaitan dengan jenis material yang digali, diangkat, dan diangkut. Lebih lanjut, kapasitas dan desain bucket juga dapat menentukan seberapa banyak material yang dapat diangkut oleh excavator dalam satu kali penggalian.

 

Artinya, pertimbangan mengenai penggunaan jenis bucket baik dari kapasitas maupun desiannya adalah hal yang penting guna menyesuaikan karakteristik excavator dengan suatu proyek pekerjaan.


 

Penutup

 

Setiap alat berat tentunya memiliki kapasitas produksi masing-masing, tak terkecuali bagi excavator. Operator maupun pengelola perlu memahami dan memastikan kapasitas produksi excavator yang digunakan. 

 

Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kapasitas produksinya. Dengan memahami hal tersebut, excavator dapat bekerja dengan optimal, efisien, dan terhindar dari resiko kerusakan berat.

 

***

 

Butuh alat berat yang dapat diandalkan? Percayakan pada BCTN! BCTN sebagai distributor resmi LiuGong Indonesia, menghadirkan beragam jenis alat berat beserta suku cadang yang terjamin dan inspeksi alat berat juga tersedia lengkap.

 

Segera hubungi kami untuk Informasi lebih lengkapnya.

 

Facebook Twitter
<< Kembali Ke Halaman Sebelumnya
Your Message Has Been Sent..