Alat berat menjadi tulang punggung dalam industri pertambangan yang membawa dampak signifikan dalam hal operasional yang efisien dan optimal, serta mendukung keberhasilan produksi di lokasi pertambangan.
Namun, lokasi pertambangan merupakan tempat dengan kondisi yang tak kalah ekstrem dengan kondisi proyek konstruksi. Terlebih lagi, lokasi pertambangan sering kali dianggap lebih menuntut dan berbahaya.
Baca Juga: Ini Cara Meningkatkan Masa Pakai Alat Berat
Ketika beroperasional, alat berat kerap kali harus menghadapi beberapa hambatan di lokasi pertambangan. Lalu, apa saja hambatan yang harus dihadapi alat berat ketika beroperasi di lokasi pertambangan? Simak ulasan lebih lanjutnya pada bahasan kali ini ya!
Keandalan Alat Berat Untuk Pertambangan

Proyek pertambangan merupakan sebuah industri yang sangat mempengaruhi perkembangan suatu negara untuk bersaing di pasar internasional. Ragam produk tambang akan diolah menjadi produk yang layak untuk dijual dengan harga yang tinggi.
Dalam proses pertambangan, alat berat pasti digunakan untuk membantu pekerjaan manusia. Hal ini dikarenakan setiap tugas yang harus dilakukan terbilang sangat berat, mulai dari menggali, mengangkat, memindahkan, dan mengangkut hasil tambang itu sendiri.
Keandalan alat berat sangatlah dibutuhkan guna membantu manusia untuk melakukan pekerjaannya. Dikarenakan pekerjaan tersebut dapat dikatakan hampir mustahil untuk dilakukan dengan tangan kosong.
Oleh sebab itu, umumnya di setiap lokasi pertambangan pasti Anda akan menemukan beberapa alat berat yang digunakan. Diantaranya dapat berupa excavator, bulldozer, backhoe loader, Dump Truck, Articulated Dump Truck, dan lain-lain.
Tantangan dan Hambatan Alat Berat di Lokasi Pertambangan
Meskipun alat berat menjadi bagian dari proyek pertambangan yang sangat berguna dan dapat diandalkan, namun nyatanya tetap ada tantangan dan hambatan yang harus mereka hadapi ketika beroperasi.
Hal ini juga menjadi tantangan bagi pengelola dan operator untuk mendukung kelancaran alat berat untuk beroperasi. Berikut adalah beberapa tantangan dan hambatan yang umum dihadapi alat berat di lokasi pertambangan.
Debu dan Polusi

Tak hanya lokasi konstruksi, di lokasi pertambangan pun juga sangat erat dengan kondisi yang berdebu dan penuh polusi udara.
Bahkan kondisi di lokasi pertambangan juga dapat dikatakan lebih berdebu dan berpolusi. Hal ini tentu menjadi tantangan bagi alat berat untuk bekerja di lokasi yang terbilang ekstrem.
Debu dan polusi menjadi faktor yang sangat mendukung terjadinya kerusakan akibat penyumbatan di saluran udara dan apabila tidak dirawat, maka umur pakai dari setiap alat berat yang digunakan akan lebih singkat.
Kondisi Geologi yang Berbeda-Beda

Tantangan yang dapat menghambat selanjutnya dan umum dihadapi alat berat ketika beroperasi yaitu kondisi geologi yang berbeda-beda. Ketidakpastian ini terutama berkaitan dengan banyaknya kondisi geologi yang dapat meliputi perubahan dalam jenis batuan, kekerasan, kandungan mineral, dan struktur geologi.
Kondisi geologi yang tidak pasti tentu dapat membuat perencanaan dan pengoperasian alat berat menjadi lebih rumit, karena alat berat harus dapat menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan yang tidak terduga.
Aturan Atau Regulasi Yang Tidak Pasti
Seringkali aturan atau regulasi yang ditetapkan mengalami perubahan dan tak jarang terdapat perbedaan antara satu negara atau wilayah dengan yang lainnya.
Perubahan-perubahan ini dapat mencakup segala hal mulai dari persyaratan lingkungan yang lebih ketat hingga regulasi keselamatan kerja yang baru, dan hal ini dapat mempengaruhi bagaimana alat berat digunakan, dipelihara, dan dioperasikan.
Manajemen Operasional

Pengelolaan dan operasional menjadi hal yang juga menjadi tantangan dan bahkan hambatan alat berat ketika beroperasi di lokasi proyek pertambangan. Keahlian operator serta pemenuhan prosedur keamanan operasional menjadi hal yang perlu untuk dikelola.
Jika hal tersebut tidak dikelola dengan baik, bukan hal yang tidak mungkin jika kinerja alat berat menjadi tidak optimal bahkan dapat menimbulkan resiko kerusakan dan berakhir pada insiden kecelakaan.
Tips Meningkatkan Kondisi dan Keamanan Alat Berat Pertambangan
Meskipun ada hambatan yang mungkin akan dihadapi alat berat di lokasi pertambangan, bukan berarti hal ini tidak dapat diantisipasi. Ikuti tips-tips berikut ini untuk meningkatkan kondisi dan keamanan operasional alat berat pertambangan.
-
Rutin melakukan pembersihan untuk meminimalisir resiko kerusakan dan resiko masalah keselamatan alat berat serta operator.
-
Rutin melakukan perawatan secara berkala dan penggantian spare part yang sudah haus.
-
Mematuhi prosedur persiapan alat berat serta keselamatan operasional
-
Menyediakan pendidikan dan pelatihan penggunaan alat berat yang memadai guna menghasilkan operator yang berkompeten.
Kesimpulan
Lokasi pertambangan menjadi area kerja alat berat yang terbilang paling ekstrem. Banyak tantangan dan hambatan yang harus dihadapi alat berat ketika beroperasi. Namun, bukan berarti tidak ada hal yang dapat Anda lakukan dalam mendukung kondisi dan keamanan alat berat ketika bekerja di area pertambangan.
***
Butuh alat berat tangguh sertasuku cadang yang berkualitas? Temukan apa yang Anda cari di BCTN
Sebagai distributor resmi alat berat LiuGong Indonesia, berbagai produk alat berat, mulai dari perawatan, ketersediaan suku cadang, hingga inspeksi mesin tersedia lengkap di BCTN.
Segera Hubungi kami untuk info lebih lengkapnya.