Apa Itu Exhaust Gas? Coba Cek Penjelasannya di sini!

 

Salah satu cara yang dilakukan untuk membuang emisi oksida nitrogen yang dihasilkan mesin diesel adalah menggunakan Exhaust Gas. 

Gas buang atau exhaust gas merupakan hasil pembuangan pembakaran bahan bakar dalam mesin dan kini sudah banyak digunakan untuk berbagai jenis kendaraan, termasuk alat berat dengan mesin diesel. 

 

Baca Juga: Common Rail Injection: untuk Mesin Diesel yang Lebih Irit!

 

Mari kita pahami lebih lanjut exhaust gas dan bagaimana fungsi pentingnya. 

 

Memahami Pengertian Exhaust Gas

 

Memahami Apa itu Exhaust Gas

 

Exhaust gas dapat diartikan sebagai campuran gas yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar dalam mesin dan dikeluarkan melalui exhaust manifold. 

Proses pembakaran tentunya menghasilkan energi untuk menggerakkan kendaraan atau mesin. Namun, disertai munculnya beberapa gas nitrogen, air, dan karbon dioksida, bahkan senyawa beracun seperti karbon monoksida, hidrokarbon, dan lainnya. 

 

Fungsi Exhaust Gas Recirculation

 

Fungsi dari Exhaust Gas Recirculation

 

Exhaust Gas Recirculation adalah sistem pengatur pembuangan gas dari exhaust manifold dan akan diproses kembali dalam intake manifold.

 

Berikut beberapa fungsi penggunaannya : 

 

Pengaturan Emisi

Sistem exhaust berfungsi dalam mengatur emisi gas beracun yang dihasilkan dari mesin diesel seperti NOx yang terbentuk dari reaksi N2 dan O2 dan berbahaya bagi kesehatan. Dikeluarkan melalui filter yang dimaksud untuk meminimalisir kadar emisi gas beracun sebelum dibuang ke udara dan lebih ramah lingkungan.

 

Penghilangan Limbah

Salah satu fungsi lainnya adalah menghilangkan sisa-sisa pembakaran dari mesin. Dengan sistem exhaust yang baik, residu pembakaran bisa dikeluarkan dari mesin dan menjaga kinerjanya. 

 

Jenis-Jenis Exhaust Gas

Black smoke

Black smoke bisa terjadi pada mesin dalam kondisi beban berat. Dalam kondisi suhu tinggi, fuel akan berubah menjadi karbon dan hidrogen. Dua zat ini akan bereaksi dengan oksigen menjadi karbondioksida dan uap air atau H2O. Oksigen yang sedikit akan mengurai karbon atom dan menghasilkan molekul soot. 

Karbondioksida dan H2O masuk dalam kategori gas transparan dan soot sebagai partikel hitam akan tercampur dalam gas buang dan menjadikan asap hitam. 

 

White Smoke

Asap putih bisa terjadi dalam kondisi mesin hidup dalam temperatur rendah atau silinder liner yang aus. Ketika mesin tidak dipanaskan dengan baik, fuel dalam combustion chamber tidak terurai dengan baik sehingga asap yang keluar bisa saja putih.

Selain itu, jika ada air dalam proses exhaust akan mengeluarkan mist atau embun air berupa white smoke, dalam proses mesin dihidupkan atau sedang dipanaskan namun uap air dari combustion masih dingin. 

 

Blue Smoke

Kondisi ini terjadi saat mesin berada dalam keadaan light load. Asap muda akan keluar dibarengi dengan bau yang tidak enak. 

Pada prosesnya, ketika fuel terbakar, kotoran yang tidak masuk dalam combustion chamber akan ikut terbakar. Kandungan component dalamnya akan bereaksi dan menghasilkan karbondioksida gas dan air. 

 

Kesimpulan

Exhaust gas menjadi proses pembakaran dalam mesin yang berefek negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Dengan penggunaan exhaust gas recirculation dengan baik dan sesuai fungsi, dampak gas buang dapat ditanggulangi dengan baik. 

Kita dapat mengurangi dampak negatif exhaust gas dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi generasi mendatang.

**

Butuh alat berat dengan suku cadang berkualitas? Di BCTN semua ada. 

Kami merupakan distributor resmi alat berat LiuGong Indonesia, yang menyediakan berbagai produk alat berat, mulai dari perawatan, suku cadang, hingga inspeksi mesin lengkap. 

Butuh saran? Hubungi kami.

Facebook Twitter
<< Kembali Ke Halaman Sebelumnya
Your Message Has Been Sent..