Sistem hidrolik adalah bagian penting dalam berbagai jenis mesin berat, seperti excavator, crane, hingga truk. Sistem ini bekerja dengan bantuan cairan fluida untuk menciptakan tenaga dan menggerakkan komponen mekanis.
Karena pentingnya sistem hidrolik pada alat berat, perawatan yang tepat tentu dibutuhkan untuk menjaga performa dan mencegah kerusakan. Sayangnya, masih banyak kesalahan perawatan sistem hidrolik yang lama kelamaan menyebabkan kerusakan fatal.
Artikel ini akan membahas kesalahan-kesalahan umum dalam perawatan sistem hidrolik serta langkah-langkah pencegahannya.
Baca juga : Apa Penyebab Kerusakan Cylinder Hydraulic? Ini Ulasannya!
Kesalahan Umum dalam Perawatan Sistem Hidrolik

Mengabaikan Kebersihan Sistem
Berbagai partikel kecil, hingga kotoran dan debu dalam sistem hidrolik dapat merusak kinerja sistem. Kontaminasi fluida jadi penyebab umum kerusakan komponen hidrolik. Jadi, Anda harus lebih memperhatikan kebersihan tangki, filter, dan sambungan pipa ketika melakukan perawatan.
Tidak Melakukan Pemeriksaan Rutin
Kesalahan umum lainnya adalah hanya melakukan perawatan ketika sudah ada kerusakan. Sistem hidrolik harusnya wajib dicek dengan melihat tanda-tanda kebocoran, aus atau pergerakan yang tidak semestinya.
Oli yang Tidak Sesuai
Oli hidrolik terdiri dari berbagai jenis dan zat aditif yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Penggunaan oli yang kualitasnya kurang baik dapat menyebabkan kinerja sistem tidak optimal, cepat aus dan terjadi gesekan berlebihan antar komponen.
Filter Rusak
Filter digunakan untuk menyaring partikel kotoran yang ada dalam fluida. Jika tidak diganti rutin, filter dapat tersumbat dan menghambat aliran dan mempengaruhi tekanan sistem. Jika dibiarkan lama kelamaan akan mengakibatkan kerusakan pada pompa atau silinder.
Ada Kebocoran
Kebocoran kecil kerap tidak diperhitungkan. Padahal, kebocoran fluida sekecil apa pun dapat menyebabkan penurunan performa hingga terjadi aerasi, hingga meningkatkan risiko kerusakan lebih besar.
Kalibrasi Tekanan
Tekanan pada sistem hidrolik harus sesuai standar. Jika tekanan terlalu tinggi, dapat menyebabkan komponen rusak. Sebaliknya, tekanan yang terlalu rendah dapat menyebabkan tenaga tidak maksimal dan kinerja sistem tidak sesuai.
Kontaminasi Oli dan Fluida
Pengisian oli yang tidak bersih dan tidak sesuai volume dapat menyebabkan kotor dan oksidasi oli. Selain itu, kontaminasi fluida yang tidak sesuai dan kotor dapat juga menyebabkan keausan, korosi, dan kerusakan pada komponen penting lainnya.
Pencegahan Kesalahan Perawatan Sistem Hidrolik
-
Selalu jaga kebersihan pada lingkungan kerja sebelum membuka melakukan pengisian atau penggantian oli. Pakai kain bersih dan tutup sambungan pipa dengan cermat agar tidak terjadi kontaminasi dari partikel asing.
-
Gunakan oli yang sesuai rekomendasi. Jangan pernah mencampur berbagai merek dan jenis oli karena dapat mengubah sifat dan performa pelumas.
-
Selalu ganti filter secara rutin untuk menghindari dari kotoran. Lakukan penggantian sesuai kualitas terbaik.
-
Jadwalkan pemeriksaan tekanan, suhu dan komponen yang rusak atau bocor. Pemeriksaan tersebut akan membantu mendeteksi masalah lebih awal sehingga tidak ada kerusakan besar.
-
Kalibrasi tekanan dengan alat ukur pada pompa dan katup sesuai standar agar sistem bekerja pada tekanan ideal.
Kesimpulan
Kesalahan dalam perawatan sistem hidrolik dapat terjadi karena berbagai alasan. Jika dibiarkan akan berdampak besar dan menimbulkan kerugian besar.
Dengan tips pencegahan di atas, kesalahan perawatan dapat dicegah secara efektif. Perawatan sistem hidrolik yang baik bukan hanya memperpanjang umur mesin, tetapi juga menjaga kinerja alat tetap optimal dan aman digunakan.
***
Butuh alat berat dengan suku cadang berkualitas?
Di BCTN semua ada.
Kami merupakan distributor resmi alat berat Liugong dan Zoomlion, yang menyediakan berbagai produk alat berat, mulai dari perawatan, suku cadang, hingga inspeksi mesin lengkap.
Butuh saran? Hubungi kami.

